Gombloh
Kugadaikan_Cintaku
Termometer


Termometer klinis


Air akan mulai membeku pada suhu 0°C
(di gambar ini suhu udara -17°C)

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti panas dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja dari termometer adalah dengan memanfaatkan sifat pemuaian dari suatu bahan / zat cair.

Berdasarkan zat cair yang digunakan, terdapat bermacam-macam termometer, antara lain:

  • Termometer raksa

  • Termokopel

  • Termometer inframerah

  • Termometer Galileo

  • Termistor

  • Termometer bimetal mekanik

  • Sensor suhu bandgap silikon

  • merkuri termo

  • Termometer alkohol

Pada saat ini, zat cair yang umum digunakan adalah air raksa atau merkuri atau hydrargyrum, yaitu sebuah unsur / zat kimia dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Dimanfaatkannya air raksa dalam termometer yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah karena beberapa sifatnya yang menguntungkan, antara lain:

  • tidak membasahi dinding / kaca yang menjadi tempatnya (kohesinya lebih besar daripada adhesinya)

  • termasuk isotop yang paling stabil

  • titik beku di bawah nol, yaitu pada 234,32°K atau -38,83°C atau -37,89°F

  • saat membeku, air raksa tidak mengembang seperti pada air (anomali air) sehingga tidak memecahkan tabung tempatnya

  • titik didihnya tinggi, yaitu pada 629,88°K atau 356,73°C atau 674,11°F

  • termasuk penghantar panas yang baik, yaitu pada 8,30 W�m-1�K-1

  • dan lain-lain.

Pada termometer air raksa, biasanya menggunakan patokan / standar sebagai berikut:

  1. standar bawah menggunakan air yang sedang membeku, dan titik ini disebut dengan titik minimum

  2. standar atas menggunakan air yang sedang mendidih / menguap, dan titik ini disebut dengan titik maksimum

Dalam sistem Satuan Internasional (SI), sistem skala yang digunakan adalah Kelvin. Walau demikian, banyak pula skala lain yang sering digunakan masyarakat, sesuai dengan kebiasaannya, seperti:

  1. Skala Celcius
    Skala ini sesuai dengan nama seorang ahli astronomi Anders Celsius (1701�1744), yang pertama kali mengusulkannya pada tahun 1742.
    Antara titik minimum dan titik maksimum, diberikannya 100 skala. Hal ini berarti skala pada Celcius sama dengan skala pada Kelvin, hanya saja Kelvin memulainya dari skala yang sangat rendah, yang nilainya setara dengan -273,15°Celcius.
    Semula, Celcius menetapkan titik didih air sebagai 0° dan titik beku air sebagai 100°. hal ini kemudian dibalik oleh seorang pembuat termometer yang bernama Daniel Ekstr�m, pada tahun 1744. Dan untuk seterusnya, skala Celcius menjadi: titik beku air pada titik 0 (0°C) dan titik didihnya pada skala 100° (100°C).
    Skala Celcius dan Kelvin banyak digunakan dalam aplikasi sains.

  2. Skala R�aumur
    Skala ini diusulkan oleh Ren� Antoine Ferchault de R�aumur pada tahun 1731. Pada skalanya, titik beku air adalah ditandai dengan titik 0 derajat R�aumur, dan titik didih air pada 80 derajat. Hal ini berarti satu skala / derajat R�aumur sama dengan 1,25 derajat Celsius atau Kelvin.
    Semula, skala R�aumur digunakan secara luas di Eropa, terutama di Perancis dan Jerman, tapi kemudian digantikan oleh Celsius. Saat ini skala R�aumur jarang digunakan kecuali di industri permen dan keju.

  3. Skala Fahrenheit
    Skala ini dikemukakan oleh ilmuwan Jerman, Gabriel Fahrenheit (1686-1736) pada tahun 1724.
    Dalam skala ini, titik beku air pada 32 derajat Fahrenheit (32°F) dan titik didih air adalah 212 derajat Fahrenheit (212°F). Negatif 40 derajat Fahreheit sama dengan negatif 40 derajat Celsius (-40°F = -40°C).
    Skala Fahrenheit banyak digunakan di Amerika Serikat.

  4. Skala Delisle
    Skala ini dibuat oleh seorang astronom Perancis, Joseph-Nicolas Delisle (1688�1768) pada tahun 1732. Skala ini mirip dengan skala R�aumur. Ia menetapkan skala temperaturnya dengan titik didih air sebagai 0 derajat dan titik beku air sebagai 100 derajat (sama seperti pada skala Celsius pada mulanya, yaitu 0 untuk titik didih air dan 100 untuk titik beku air).
    Pada 1738, Josias Weitbrecht (1702�1747) mengkalibrasi ulang termometer Delisle sehingga 0 derajat adalah titik didih air dan 150 derajat adalah titik beku air. Skala Delisle digunakan selama hampir 100 tahun di Rusia.
    Untuk saat ini, skala ini sudah sangat jarang atau bahkan sudah ditinggalkan.

  5. Skala Leiden
    Skala Leiden diciptakan sekitar tahun 1894, ketika laboratorium kriogenik Kamerlingh Onnes didirikan di Leiden, Belanda. Skala ini adalah skala Kelvin yang titik nolnya digeser menjadi titik didih hidrogen (dianggap -253°C) dan titik 70 menjadi titik didih oksigen (dianggap -183°C). Pada kenyataannya, titik didih H dan O berubah-ubah sesuai dengan tekanan atmosfir dan faktor-faktor lainnya.
    Saat ini, skala ini sudah ditinggalkan.

  6. Skala Newton
    Sekitar tahun 1700-an, Issac Newton melakukan serangkaian percobaan. Ia tahu bahwa zat akan memuai jika dipanaskan. Dalam percobaannya, ia menggunakan minyak dan mengukur perubahan volumenya pada titik-titik rujukan suhunya. Ia menemukan bahwa minyak memuai 7,25% dari suhu salju meleleh sampai suhu air mendidih. Karena itu ia menempatkan "derajat panas ke-0" pada salju meleleh dan "derajat panas ke-33" pada air mendidih. Ia menyebut alatnya termometer.
    Dengan demikian, titik 0 pada skala Newton sama dengan titik 0 pada skala Celcius. Perbandingan skala Newton dengan Celcius ataupun Kelvin, sama dengan 100 dibanding 33.

  7. Skala Rankine
    Skala Rankine adalah skala suhu termodinamis yang dinamai menurut insinyur Skotlandia William John Macquorn Rankine, yang mengusulkannya pada 1859. Lambangnya adalah °R (atau °Ra untuk membedakannya dari Rømer dan R�aumur). Seperti skala Kelvin, titik nol pada skala Rankine adalah nol absolut, tapi satu derajat Rankine didefinisikan sama dengan satu derajat Fahrenheit. 459.67 °R sama dengan 0 °F.
    Banyak insinyur di AS menggunakan skala Rankine, tapi di ajang internasional yang menggunakan satuan SI, suhu termodinamis diukur dalam kelvin.

  8. Skala Rømer
    Skala ini dikemukakan oleh astronom Denmark, Ole Christensen Rømer, yang mengusulkannya pada tahun 1701.
    Dalam skala ini, nol adalah titik beku larutan garam jenuh (brine) dan titik didih air adalah 60 derajat. Rømer kemudian mengamati bahwa titik beku air adalah 7,5 derajat, dan ini juga diambil sebagai titik rujukan ketiga. Jadi satuan skala ini, satu derajat Rømer, adalah 40/21 kelvin (atau derajat Celsius). Lambang satuan ini biasanya °R, namun untuk menghindari kerancuan dengan skala Rankine digunakan °Rø.
    Daniel Gabriel Fahrenheit mendengar tentang skala ini dan mengunjungi Rømer pada 1708; ia memperbaiki skala ini, mengalikan jumlah pembagian dengan 4, dan menciptakan skala Fahrenheit pada 1724.
    Saat ini, Skala Rømer sudah tidak digunakan lagi.

Era digital seperti sekarang ini, banyak membawa perubahan. Tidak sedikit konversi peralatan mekanik yang telah berhasil didigitalkan, dan tidak terkecuali pada termometer. Contoh beberapa termometer digital dapat dilihat pada gambar berikut:

 


Apa pendapat Anda terkait Termometer

Hubungi Kami:

If there is something you want to tell us, please:

Kamus BioSmart Laboratory:

Seluruh halaman dalam website ini 100% dibuat menggunakan progam KamusMaker2 (Dictionary Maker versi 2 (DM2)), langsung dikonversi dari kamus yang saya koleksi dan rangkum dalam sebuah kamus berjudul BioSmart Laboratory, yang berisi terkait manajemen laboratorium dan beberapa contoh peralatan yang sering digunakan.

BioSmart Laboratory bersifat menyeluruh. Artinya mencakup bidang Biologi, Kimia dan Kedokteran.

Seluruh halaman ini dikonversi 100% tanpa mengalami proses edit. 100% dibuat tanpa bantuan programer web. 100% membuat link sendiri tanpa campur tangan siapapun. 100% dibuat oleh program dan siap upload.
Fitur DM2 memungkinkan Anda membuat website sendiri secara profesional walau Anda tidak mengerti bahasa pemrograman website.
Dengan DM2, memungkinkan Anda memiliki website ilmiah dengan penulisan naskah sesuai Standar Internasional, baik dalam bidang Biologi, Kimia, maupun Fisika.
Dengan DM2 memungkinkan Anda memiliki website sekelas wikipedia, full link content.
Dalam DM2, tersedia fasilitas untuk pemasangan iklan, kolom komentar, musik, penggunaan gambar animasi untuk background maupun logo website, dan masih banyak lagi fasilitas lainnya.
Dengan DM2, Anda nyaman dan mudah dalam mengumpulkan berbagai artikel, naskah atau materi dalam disiplin ilmu apapun, menjadi sebuah kamus besar. Dan kamus tersebut dapat Anda konversi ke dalam format TXT, DOC, TXT, HTML, atau sekaligus dikonversi menjadi website seperti yang saat ini ada dihadapan Anda.
Anda tertarik?
Silahkan kunjungi: http://kamus.dintian.com

Daftar Isi Awalan: T